Loading...

Terima Kasih Untuk Tidak Melakukan Copy Paste

Wednesday, 27 April 2011

Penemu Mesin Fotokopi

Chester F. Carison
Chester Flood Carison
Mesin fotokopi (photocopy machine/ photocopier) adalah sebuah mesin yang digunakan untuk menduplikaskan dokumen dan gambar gambar visual secara cepat dan murah. Penggandaan (duplikasi) yang sempurna merupakan tujuan utama dari semua mesin fotokopi (photocopy machine) dan pada masa ini semua mesin meberikan yang terbaik untuk tugas yang satu ini, tetapi hal ini tidak berlaku seperti ini pada mulanya.
Terutama di saat awal awal penemuan mesin fotokopi ini, hasil fotokopi sangat sangatlah rendah kualitas hasilnya -hasil fotokopi tersebut sangat mungkin telah dibuang ke tong sampah di masa ini. Tetapi semuanya pastilah ada awal mulanya. Dan semua berawal dari seorang pria yang memiliki hasrat untuk sebuah ide baru. Sejarah mesin fotokopi (photocopy maschine/ photocopier) tidak akan ada tanpa keberadaan pria ini.

Sekilas Tentang Sang Penemu & Penemuannya

Chester Flood Carison lahir di Seattle, Washington pada tanggal 8 Februari 1906. Ayahnya adalah seorang pemangkas rambut.  Pada usianya masih kecil, ayahnya memindahkan keluarganya ke San Bernardino, California. Carison mendapatkan gelar fisika nya dari Califonia Institute of Technology pada tahun 1930 dan gelar sarjana hukum dari New York Law School pada tahun 1939.

Setelah mendapatkan gelar sarjana fisika, Carison pernah mengalami masalah besar dimana ia pernah melayangkan surat lamaran ke 82 perusahaan, hanya mendapatkan 2 surat balasan namun tak satu pun yang menerimanya untuk bekerja. Dan akhirnya ia mendapatkan pekerjaan sebagai seorang peneliti di perusahaan bernama Bell Laboratories di kota New York, dengan gaji hanya 35 US$ per minggu dan ini tidak berlangsung lama karena Carison di-PHK. Setelah itu, ia bekerja sebagai pengacara hak patent yang juga tidak berlangsung lama, hingga akhirnya Carison berhasil menetap bekerja di sebuah perusahaan elektronik, PR Malorry yang terkenal dengan produk baterenya. Dan pada masa itulah ia menyelesaikan pendidikan hukum nya di malam hari seusai bekerja.

Walau Carison telah mendapatkan pekerjaan tetapnya tetapi hasilnya hanya mencukupi kebutuhan sehari hari saja dan belum lagi ditambah dengan status-nya yang baru menikah. Oleh karena itu, Carison berpikir kalau saja ia bisa menelurkan suatu penemuan dan mempatenkannya, pastilah akan menyelesaikan kedua permasalahannya diatas. Carison berpikir ni juga merupakan sebuah kesempatan untuk berbuat sesuatu untuk dunia dan juga untuk dirinya sendiri.

Kemudian ia memulai peneletiannya, ide penelitiannya berawal dari masalah yang sering dihadapinya dalam bekerja yakni Carison selalu ekurangan salinan karbon (carboon copies) untuk speksifikasi paten nya. Pada masa itu hanya ada dua cara untuk memperoleh jumlah salinan yang lebih banyak lagi, yaitu dengan cara di-foto atau disalin/ diketik ulang secara manual. Namun kedua cara tersebut membutuhkan biaya yang besar, waktu yang lama serta bila diketik/ disalin ulang ada kemungkinan terjadi kesalahan pada saat proses penyalinan. Sebuah pemikiran muncul olehnya, bahwa perusahaan atau kantor akan sangat diuntungkan bila ada sebuah alat yang bisa melakukan proses duplikasi salinan yang dapat dikerjakan dalam waktu singkat, biaya rendah dan tampak sama seperti aslinya.

Carison kemudian menghabiskan waktu malamnya selama berbulan bulan di perpustakaan untuk membaca dan mempelajari semua artikel yang berkaitan dengan proses pengambilan gambar. Dan carison memutuskan untuk tidak melakukan penelitian pada ruang lingkup fotografis konventional (dimana cahaya sebagai perantara perubahan kimia), hal ini dikarenakan pertimbangan bahwa penelitian ini telah dilakukan oleh beberapa perusahaan besar. Beajar dari hasil penemuan dari seorang peneliti berkebangsaan Hungaria Pail Selenyi, yang sedang meneliti tentang gambar elektrostatis. Yang juga mempelajari bahwa ketika cahaya menghantam sebuah bahan yang bersifat fotokonduktif, mengakibatkan sifat konduksi listrik pada bahan tersebut akan meningkat.

Untuk melanjutkan penelitiannya ini, Carison memutuskan untuk membuat sebuah laboratorium kecil di lantai dua sebuah bar, di ruangan inilah Elektrophotography ditemukan (yang kemudian dinamai dengan Xerography pada hak paten nya) dan mempekerjakan seorang ahli fisika muda tanpa gaji yakni seorang pengungsi dari Jerman bernama Otto Komei.

Hasil Fotokopi Pertama
Pada hari ditemukannya Xerography Tanggal 22 Oktober 1938, Otto telah mempersiapkan alat: seng yang dilapisi emulsi sulfur sebagai bahan foto kondusi dan mereka menuliskan huruf huruf 10-22-38 ASTORIA dengan tinta India diatas plat kaca atau slide, untuk melihat apa yang mereka dapatkan dari pembuatan gambar yang bisa terlihat (visible  image) dan kemudian mereka menutup tirai untuk membuat ruangan segelap mungkin. Carison menggosok  dengan semangatnya permukaan plat kaca tersebut dengan saputangan agar terjadi penimbunan elektrostatis diatas permukaan. Kemudian meletakkan plat kaca tepat diatas sulfur, selanjutnya kedua kombinasi tersebut diletakkan di bawah lampu pijar yang sangat terang untuk mendapatkan cahaya kuat untuk beberapa saat. 

Setelah itu kaca slide diangkat dan kemudian diatas permukaan plat sulfur ditaburi bubuklycopodium. Permukaan ditiup dengan sekali tiupan lembut agar bubuk lycopodium terhembus dan yang tertinggal hanya suatu pembentukan yang hampir sempurna dari huruf huruf yang tertera diatas plat kaca tersebut. Mereka memindahklan apa yang tertulis diatas permukaan seng tadi ke atas kertas lilin dan dipanasi agar lilinnya meleleh sehingga pada akhirnya diatas kertas tercetak copy yang diinginkan. 

Carison mengulangi percobaan ini berulang kali hingga ia bisa memastikan penemuannya ini, sebelum mendaftarkan hak paten atas penemuannya ini.

Referensi :
The History of  Photocopiers
The History of The Photocopier
Inventor - Chester F Carison
Penemu Mesin Fotocopy

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete