Search This Blog

Loading...

Terima Kasih Untuk Tidak Melakukan Copy Paste

Wednesday, 27 April 2011

Prinsip Cara Kerja Mesin Fotokopi

Prinsip Kerja Mesin Fotokopi
Cara kerja mesin fotokopi (fotocopy) yang mengagumkan in didasari oleh kedua fenomena alam yakni:
  • Daya tarik antara dua bahan yang memiliki muatan listrik yang berlawanan. 
  • Beberapa bahan akan menjadi pengahantar listrik (konduktor) yang lebih baik ketika terkena cahaya.
    Kedua fenomena diataslah yang kemudian menjadi prinsip kerja mesin fotokopi (fotocopy), printer dan fax dimasa ini.



    Prinsip Prinsip Dasar Proses Fotokopi

    Sang penemu mesin fotokopi (fotocopy) Chester F. Carison, dalam percobaannya mengikuti beberapa proses sederhana ini:
    • Permukaan foto konduksi diberikan penimbunan listrik positif.
    • Permukaan foto konduksi tersebut kemudian dibiarkan menyentuh gambar dari dolumen.
    • Penimbunan listrik dihamburkan pada bagian yang bersentuhan tersebut.
    • Serbuk yang bermuatan negatif yang ditamburkan akan menempel pada bagian yang bermuatan positif dikarenakan daya tarik menarik elektrostatis.
    • Selembar kertas diletakkan pada gambar yang terbentuk oleh serbuk dan diberikan muatan positif.
    • Serbuk yang bermuatan negatif akan tertarik oleh lembaran kertas bermuatan positif dan terlepas dari foto konduktor.
    • Pemanas meleburkan gambar yang terbentuk oleh serbuk itu dan menyatu dengan lembaran kertas, yang kemudian menghasilkan duplikasi (copy) dari gambar aslinya.
    Mayoritas mesin fotokopi (fotocopy) disaat ini menerapkan proses kerja seperti disebut diatas. Sehingga pada semua mesin memiliki bagian bagian yang disebut:
    1. Charging; Sebuah tabung silinder (drum) yang diberi muatan listrik kawat yang bermuatan listrik tinggi yang disebut corona wire atau charge roller. Tabung silinder dilapisi dengan bahan yang bersifat foto konduksi. Sebuah foto konduktor merupakan semi konduktor akan menjadi konduktif ketika terkena cahaya.
    2. Exposure; Sebuah tabung lampu yang menyala terang menyinari dokumen asli dan bagian/ area yang berwarna putih akan memantulkan cahaya ke permukaan tabung silinder (drum).Bagian yang terkena pantulan cahaya akan menjadi konduktif bermuatan positif dan sebaliknya yang tidak terkena pantulan akan tetap bermuatan negatif. Hasilnya dari pencahayaan ini akan terbentuk pada permukaan drum.
    3. Developing; Bagian yang berisikan toner (serbuk) yang bermuatan positif. Ketika bersentuhan dengan drum dan menghasilkan gambar, toner (serbuk) akan tertarik dan menempel pada bagian drum yang bermuatan negatif (area berwarna hitam = tulisan/ gambar pada dokumen asli).
    4. Transfer; Hasil dari gambar yang terbentuk dari toner (serbuk) pada permukaan drum, dipindahkan ke permukaan lembaran kertas dengan bantuan muatan listrik negatif yang lebih tinggi dari muatan listrik negatif pada drum.
    5. Fusing; proses peleburan toner (serbuk) dan menyatu pada lembaran kertas dengan bantuan gulungan (roller) yang memberikan tekanan.
    Penjelasan bagian bagian diatas adlah prinsip kerja yang diterapkan pada mesin fotokopi (fotocopy) Digital. Sedangkan pada kebanyakan mesin fotokopi (fotocopy) Analog menerapkan muatan listrik positif pada drum dan muatan listrik negatif pada toner (serbuk).

    Referensi

    1 comment:

    1. This comment has been removed by a blog administrator.

      ReplyDelete